Skip to main content

Posts

Sadar diri

Kupandangi jalanan yang tengah sibuk dengan hiruk pikuk ibu kota Seketika buatku malu dan tersadar, jika selama ini.. Aku terlalu sibuk berdoa, meminta untuk didekatkan dengan dia yang ku anggap sempurna.. Sampai-sampai aku lupa, bahkan tak menyadari jika seharusnya akulah yang berdoa dan meminta untuk menyempurnakan diri ini.. Supaya paling tidak, aku sudah cukup baik untuk disandingkan dengannya.. Terlebih aku tau, aku jauh dari kata sempurna.

Siapkah Aku ?

Aku banyak belajar kemarin.. Yang aku percaya, perlahan menuntunku ke jurang Yang kukira peduli, tak nampak sama sekali Yang tak pernah terlihat, menghampiri dengan pasti Yang berpredikat sejati, berjalan menjauhi Yang pernah berkunjung, ia datang kembali untuk mengingatkanku lagi, “Tak apa, aku pernah disini” Sang pencipta seakan mengingatkan untuk tidak mengira sesuatu terlalu cepat Atau berharap semua menjadi indah Atau berangan dengan tinggi, hingga lupa bahwa semua ini tidak ada yang selamanya Arus kembali mengubah kehidupan Kawan, lawan Hati, kondisi Perasaan, kemauan Niat, ataupun ego Dan semua sisi kehidupan Tersisa satu pertanyaan mengusik, Siapkah aku ? Pic by : Oie Space

Sendiri

Sendiri, manusia pasti pernah merasa sendiri Entah benar saat sendiri, atau malah ditengah keramaian Pertarungan batin selalu mengajak untuk berubah Namun kenyataan tak selalu sama Lagi-lagi, pilihan untuk berserah akan selalu ada Sejauh apapun kita berkelana Kepada-Nya lah satu-satunya aku kembali Untuk bertahan sepahit-pahitnya kehidupan

Terima kasih, Ya Allah

Seringkali aku bertanya pada keadaan, Apa memang benar ini jalanku? Mengapa begitu berliku? Aku burung kecil sangat membenci sarangku yang berduri Tajam, kasar, dan sangat menyakitkan Yang seharusnya menjadi tempat pulang yang nyaman Tapi, bila kupandang langit dan semesta Aku sadar, Allah memberiku jauh dari apa yang kubayangkan Terima kasih Ya Allah untuk segalanya, untuk kekuatanku

Ikhlas

Keraguan kadang menuntunku pada sebuah keadaan.. Ikhlas, harta yang paling berharga yang aku dapatkan dari semua pelajaran selama aku bernafas Aku selalu bertanya pada diri, bahkan tuhan.. Namun jawabannya selalu sama, Satu kata magic yang berujung kebahagiaan, Ikhlas

Selagi masih ada..

Semua terasa biasa Gemuruh air mengalir ke muara Awan berjalan tiada henti Siang dan malam silih berganti Seketika alam coba mengingatkan Kilatan petir yang meretas sunyi Membuyarkan lamunanku Buatku sadar, tak perlu risau Walau badai menghadang Senyum mentari tak akan hilang Terus menyapa dan mengingatkan, Jangan tenggelam..  Kehangatanmu aku butuhkan Selagi masih ada, Hujani dengan cinta