Skip to main content

Surat untuk teman baik ku

Terima kasih..

Karena selama ini

Sudah saling berbagi cerita,

Saling berbagi tawa,

Berbagi air mata


Kita, bermimpi bersama

Saling menerangi langkah

Merajut ribuan harapan

Tuk lukiskan masa depan


Terima kasih tak terhingga, 

Kepadamu teman baikku,

Sudah menemaniku

Melewati setiap badai

Menarikku dari jurang

Kembali ke peraduan


Ku berharap kita kan selalu seperti ini,

Berbagi kisah hidup..

Selamanya,

Sampai salah satu diantara kita

Tak lagi bisa menyapa.




(nb: hbd 15-3)

Comments

Popular posts from this blog

Usahaku Merelakanmu

Aku tak tau kapan perasaan itu datang Atau memang sebenarnya dia telah hinggap lama, tapi aku acuh ? Inginku agar perasaan ini tenggelam, lalu hilang.. Tak sampai hati untuk sekedar muncul ke permukaan Ketika yang terdekat juga jatuh hati pada sosok yang sama Ku harap, perasaan itu segera berlalu selagi yang terdekatku sedang menceritakan sosok yang dia kagumi. Yang juga ku kagumi. Ku mohon perasaan ini cepat pergi, agar aku segera baik-baik saja saat dia menceritakan tentangmu. Biar hanya aku dan tuhan yang tau Betapa dalam cintaku yang tertaut dalam doa untukmu Dalam sunyinya sepertiga malam Biar saja ku tersenyum perih.. Aku kan mengikhlaskanmu kepada orang yang selalu menemaniku Dan kini ku doakan, semoga kalian berdua, orang yang aku cintai, bahagia selalu Yang biarkan kini menjadi urusanku dengan Allah Merayu-Nya disepertiga malam Tapi kali ini dengan doa yang berbeda, Dengan doa dari pintaku terdalam Untuk menghapuskan sosokmu yang selama ini telah mengusik ke...

Entah untuk siapa

Kepada seseorang yang kuselipkan dalam setiap doaku Tanpa ku tau siapa namamu Tanpa ku tau bagaimana sosokmu Beralaskan rasa berserahku kepada pencipta-Mu Yang paling tau apa yang terbaik bagi hamba-Mu

Malam Gelap Sisy

Laptop, laptop, laptop. Sering rasanya aku menatapnya. Terkadang mampu membuat mataku lelah setelah berlama-lama melihatnya. Ya, itu adalah kegiatan yang hampir setiap malam kulakukan. Sebagai mahasiswa yang sering sekali melewati malam dengan mengerjakan tugas, hal itu sudah menjadi rutinitas yang dapat kukatakan bahwa aku sangat bosan dengannya. Namun, dikala aku melakukan itu, pasti aku melipir membuka hal-hal lain seperti google, atau youtube hanya sekedar menghilangkan rasa jenuh mengerjakan tugas yang tiada habisnya. Hingga suatu malam, kudapati diriku sendiri ditengah sunyinya malam. Menatap lampu-lampu yang menyala dikamarku dengan menari, seakan mengatakan “sudahlah tinggalkan saja”.   Aku memutuskan untuk tidur setelahnya. Karena, seketika aku merasa gundah tanpa tahu penyebabnya. Begitu pula malam ini. Disaat aku menulis ini. Keesokan harinya, aku lalui hariku seperti biasanya. Bangun, sarapan, siap-siap menuju kampus yang untuk sampai membutuhkan waktu kurang leb...